Ciri Kampus Bermartabat boleh jadi seperti berikut ini. Simak ya. Ini pendapat lho. Minimal membantu mendefenisikan bermartabat. Boleh sepakat atau tidak. Itu sah-sah saja. Tidak ada paksaan. Atau jangan-jangan masih banyak ciri-ciri yang lain yang belum termasukkan.
Eit..ntar dulu. Bermartabat di sini akan lebih banyak dikaitkan dengan cita-cita kampus madani, dan negara madani. Yup. Paling tidak memperjelas pandangan dakwah kampus tentang kampus madani yaitu sebagai berikut ;
Religius (Religious)
Ciri pertama civitas madani adalah religius. Yaitu masyarakat dengan ketersediaan fasilitas peningkatan pemahaman berislam yang mudah diakses. Civitas yang religius selain mengenal Islam secara teori (nazhoriyah), juga memperhatikan penegakan nilai-nilainya secara utuh (tathbiqiyah). Mulai dari personal, institusi, sarana, budaya, dan aturan main yang berlaku.
Institusional (Institutional)
Dalam masyarakat yang plural, tidak hanya aturan yang dibutuhkan, namun juga pengaturan. Pluralitas tanpa institusionalisasi yang baik berarti kekacauan.. Dalam kemadanian, institusi penting untuk memiliki kredibilitas yang baik. Pola pendekatan yang jujur dan dialogis adalah prasyarat kredibilitas publik terhadap institusi.
Konstitusional (Constitutional)
Civitas madani adalah masyarakat yang memiliki aturan yang lengkap dan mentaatinya dengan pemahaman. Aturan masyarakat dalam civitas madani bersumber dan terinspirasi dengan nilai-nilai Islam. Itulah kenapa Islam disebut sebagai agama yang beradab. Keberadaban akan lahir ketika setiap anggota masyarakat memiliki pemahaman akan haknya, memperjuangkan haknya, dan melawan jika haknya dirampas.
Terdidik (Intellectual)
Civitas madani adalah masyarakat yang mencintai ‘ilmu dan cita peradaban. Masyarakat semacam ini memiliki sarana bagi warganya untuk meningkatkan kredibilitas profesional (core competence, management, and strategic thinking), kredibilitas moral (komitmen nilai), dan kredibilitas sosial (human relation).
Cinta damai (Peaceful Oriented)
Civitas madani adalah masyarakat yang mencintai keharmonisan antar komponen. Cintanya lintas batas (borderless), kepada siapapun, baik kepada sesama manusia, maupun alam. Dimanapun, baik yang dekat ataupun yang jauh. Maka siapapun yang pro-anarkisme, rasialisme, terorisme, kekerasan, kolonialisme adalah musuh bersama. Sebaliknya, terhadap mereka yang terganggu kedamaiannya, masyarakat ini menunjukkan pembelaannya.
Egaliter (Egalitarian)
Civitas madani adalah masyarakat yang tidak membedakan warganya atas simbol-simbol duniawi. Merdeka dari feodalisme dan senioritas, serta budaya lain yang dibangun atas pembedaan kasta umur, usia, jabatan, atau pekerjaan.
Berkeadilan (Justice)
Civitas yang berkeadilan adalah masyarakat yang menjaga hak agama, harta, akal, jiwa, keturunan. Dimana setiap persoalan sesuai porsinya. Seseorang mendapatkan ganjaran atas apa yang diperbuatnya sendiri, sekaligus tidak mendapatkan hukuman atas sesuatu yang tidak diperbuatnya.
Berorientasi pada teknologi (Technology Oriented)
Civitas madani adalah masyarakat yang berlayar di atas kemajuan zaman. Masyarakat mengerahkan segala kemampuan dan sarananya untuk da’wah Islam.