Feeds:
Tulisan
Komentar

Sedih sangat terima berita. Engkau sakit. Dirawat di rumah sakit. Kabarnya sudah tiga hari diinapkan. Sekarang masih lemas. Tak bisa apa-apa. Tak terbayang persisnya bagaimana.

Tapi yakinku, engkau sudah tau bagaimana menyiasati kesunyian. Pun juga memaknai hari-hari. Sakit senang serta senyapnya pengembaraan, adalah keakraban saja. Ialah lagu lama yang dititi dijalani bertahun. Sabarmu, ikhlasmu dan segenap simpati banggaku kepadamu.

Perpanjang lagilah kisah itu. Seperti kisah-kisah terdahulu, terkumpullah kasih sayang Tuhan. Yang apabila engkau sakit, Dialah Yang Maha Menyembuhkan. Dan dari kejauhan doa ku kirimkan. Syafakallah. Semoga Allah segera sembuhkan. Ibrah dan hikmah, bawalah ia pulang. Dan suara persaudaraan berkirim syair untuk kuat untuk menguatkan.

Kuterbujur di pembaringan
Tiada daya dalam dekapan
Renungi dan menikmati karunia dari Ilahi
Tentang arti kesehatan hakiki


Tiada guna penyesalan
Tuai ibroh dari kejadian
Hanyalah kelalaian yang akan menyesatkan
S’gala perbaikan harus dilakukan

Allah
Tiada daya dan kekuatan
Hanyalah diriMu yang kuasa

Allah
Sucikan daku dari dosaku
atas keampunanMu

Sejenak ku berbalik pandang
Seuntai ghoflah dan kesombongan
Dalam benak hidupku tiada lari karenamu
Akhirnya kuterpaku dalam pilu

Allah
Ampuni daku dengan rahmatMu
Yang luas membentang tak berliku

Allah
Sabarkan daku dengan kasihMu
Kar’na kuyakin tak akan sabar
Dalam menghadapi siksamu

Allah
Kuatkan daku dalam ujianMu
Sebagai rias iman di dadaku

Allah
Sabarkan daku dalam sakitku
Kar’na kuyakin tak akan sabar
Menghadapi pedih siksamu

Menggerutu. Hanya itu yang bisa. Para penumpang L**n Air merutap-rutap di ruang tunggu. Malam sudah menjelang. Ciri-ciri segera berangkat, tak kunjung kelihatan. Tak ada pemanggilan penumpang. Termasuk juga permintaan maaf. Hanya petugas yang bolak balik seperti orang panik.

Padahal jadwal keberangkatan 18.55 Wib. Sekarang sudah 19.35. Ya, penantian yang sudah lama. Memang, menanti kadang membosankan. Adakah penantian yang tak membosankan? Entahlah. Yang jelas penumpang kecewa.

Pesawat Kedele
Terdengar kabar, pesawat kedele. Salah seorang calon penumpang ‘kedele lagi, kedele lagi”. Gerutunya, berulang kali. Dengan logatnya yang khas. Dan sepertinya milik semua orang. Kenapa kedele, tidak ada penjelasan. Tapi semua sudah punya kesimpulan dengan pengumuman barusan. Suara khas dari speaker bandara “Kepada para penumpang silahkan mengambil ransum”

“Yah, pasti pesawat kedele ko mah, lah di umbuk jo nasi kotak wak dek nyo.”

“Ndak talok dek nasi kotak do”, kecek rang Piaman yang sudah lama merantau. Kesal, apalagi bangunan dan rumah-rumah di kampung halamannya, hanya tinggal reruntuhan saja.
Kedele ka kedele se mah.
Lanjut Baca »

untuk apa masuk …
7 tahun jadi sarjana

paling-paling jual rokok
paling-paling nangkap maling
paling-paling jadi dukun

masuk saja …
empat tahun jadi sarjana
paling-paling jadi menteri

Begitu pengumuman Menteri Kabinet Indonesia Bersatu saya teringat dengan lagu-lagu di atas. Terutama ketika melihat salah satu menteri yang terpilih itu adalah Pak Gamawan Fauzi, satu almamater beda fakultas. Selamat Pak.

Tersenyum dan tergelak juga kita dek nya. Bukan dengan Pak Gamawannya, tapi dengan kenangan lagu di atas. Lalu, apa hubungannya?

Nah, ceritanya begini. Di tahun satu kuliah kita ‘dipaksa rela’ untuk ‘ikhlas’ ikut orientasi atau ospek. Ketika itu namanya MONSTER 2001 alias Masa Orientasi Terpadu. Nama acaranya saja aneh dan terkesan menyeramkan. Bila tidak ikut, resiko tanggung sendiri. Begitu ancaman yang beredar. Ringkasnya “manis untuk dikenang, pahit untuk di ulang”.

Di acara tersebut kami diajarkan beberapa lagu oleh senior. Salah satunya potongan syair lagu-lagu di atas. Di dalamnya tersebutlah beberapa fakultas. Tanda titik-titik adalah nama fakultas. Yang baik untuk fakultas kami, sedangkan yang jeleknya untuk fakultas yang lain. Pepatah “rancak dek awak ka tuju dek urang” tidak terpakai untuk lagu ini.

Lanjut Baca »

Selamat Datanglah
Bukan hanya untuk datang
tapi untuk mu juga teman
Keselamatan

Selamat datanglah di rumah kami
Jamuan apa adanya, selamatkanlah
Kecuali basa basi

Selepas mempersiang malam
Kemaren sore dini hari tadi
Adakah juga keselamatan

Di Gelisah Tanah Kami Duhai Rabbi
Datangkanlah Keselamatan

Dari blog Mencari Tanah Yang Tak Gelisah

Bila Gempa Datang Lagi

Bila gempa itu datang lagi
berlarilah lebih kencang
gunung pangilun
bukit limau manis
indarung
usah demikian

Bila gempa itu datang lagi
berlarilah lebih kencang
bukan seperti tempo hari
yang kita lupa mengambil ancang-ancang

Ya, larilah ke ketinggian Tuhan
bukan seperti tempo hari
saat tak berbaju tak beralas kaki
lalu berlari liar menyesaki jalan-jalan

berlarilah ke ketinggian-Nya dari sekarang
bukan saat gempa datang

“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (Q.S.An-Nisaa’:78)

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya, itulah yang kamu selalu lari dari padanya…” (Q.S.Qaaf:19)

Katakanlah: ”Sesungguhnya kematian yang kalian lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada(Allah SWT) Dzat Yang maha mengetahui perkara ghaib dan nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian perbuat” (Q.S.Al-Jumu’ah:8)

Kuliah perdana pasca gempa. Gedung-gedung rusak. Dinding-dindingnya rubuh. Bolong. Lebih banyak lagi yang retak retak. Batu-batunya sebagian tergantung-gantung menunggu jatuh. Batu-batu bongkahan bangunan yang roboh berserakan. Ruangan kuliah tak bisa digunakan. Kecuali sedikit. Itupun dengan kondisi yang mengkhawatirkan.

Tapi masih syukur. Mahasiswa tetap bersemangat. Hadir sesuai dengan jadwal yang ada. Alhamdulillah. Tapi ruangan? Nah, itulah persoalannya. Gedung-gedung kuliah umumnya bermasalah. Apalagi yang kuliah di gedung jurusan, khususnya Teknik. Saking rusaknya, belum ada yang dipakai. Malah diberi garis berbahaya pertanda tidak boleh masuk.

0_Teknik Universitas Andalas Gempa 30 September 2009

1_Teknik Universitas Andalas Gempa 30 September 2009 2_Teknik Universitas Andalas Gempa 30 September 2009 3_Teknik Universitas Andalas Gempa 30 September 2009Bersabar. Yap, semuanya dalam proses. Gedung F1.13 tempat kuliah, memang bisa di pakai. Tapi, ribut plus bising. Ada gempa tambahan yang diciptakan para tukang. Maklum Gedung sebelah, F.12 sedang diperbaiki. Pak tukang manokok-nokok di ruangan tersebut. Terang saja, kuliah tidak nyaman. Mahasiswa masuk kelas sebentar. Dan lepas itu, bubar.

Lanjut Baca »

Tapi inilah laut-segalanya dilayarkan pada kesunyian

Dalam keramaian di gemuruh ombak tiap puncak zaman o, kerinduan

Mereka labuhkan doa di sembarang dermaga, mereka nyalakan iman

Di sembarang taman seperti katamu, mereka lahir, tumbuh

Hanya untuk berguguran*

1_Pantai Padang Sehari Sebelum Gempa 30 September

Alhamdulillah, sampai juga. Perjalanan Payakumbuh – Padang kali ini tanpa hujan. Tidak seperti biasanya. Tapi dengan panas yang lumayan. Jaket yang beberapa lapis membuat semakin gerah. Kalau dengan sepeda motor, macet tidak terlalu jadi persoalan. Apalagi dengan ridernya yang berpengalaman. Yap, minimal pengalaman jatuh dan tabrakan, cukuplah. :p

Sorotan kuning cahaya dari arah pantai memanggil-manggil meminta perhatian. Cerah dan begitu indah. Sedikit menyilaukan. Cahaya yang kemerah-merahan. Menghiasi kota Padang dari kejauhan. Ingin lebih dekat menikmati pantai.

Pantai Padang Sehari Sebelum Gempa 30 September 2_Pantai Padang Sehari Sebelum Gempa 30 September

“Di ma kini? Da di pantai” Putra mengirim kabar melalui SMS pada adiknya. Berharap adiknya menyusulnya ke Pantai. Ingin melipat kenangan di pantai Padang.

“Tunggu di situ Da”, Balas David.

Ia berangkat mendekati pantai. Memang sudah lama sekali dia tidak ke sana. Berjanji di depan danau Cimpago. Danau baru di depan pantai Padang. Besar sedikit dari tobek.

Lanjut Baca »

Penerimaan Dosen UNAND

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 47190/A4/KP/2009 tanggal 4 September 2009 tentang Penetapan Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil dari Pelamar Umum Tahun Anggaran 2009 di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dan hasil rapat teknis kepegawaian tanggal 7 September 2009 sampai dengan tanggal 9 September 2009, Universitas Andalas akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil sejumlah 42 (empat puluh dua) orang dengan rincian sebagai berikut :

Waktu pendaftaran, seleksi administrasi, pengisian biodata, dan pengambilan Nomor Tanda Peserta Ujian oleh yang bersangkutan mulai tanggal 14 September 2009 sampai dengan 6 Oktober 2009.
Tempat Pendaftaran dilaksanakan di Bagian Kepegawaian Lantai III Rektorat Universitas Andalas Limau Manis Padang, mulai pukul 08.00 sampai dengan 15.00 Wib, (pendaftaran tidak dapat diwakilkan)..
Kelengkapan
1. Surat lamaran ditulis dengan tinta hitam dan ditandatangani oleh pelamar dengan menyebutkan jabatan yang akan dilamar, ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Rektor Universitas Andalas (tanpa materai).
2. 1 (satu) lembar foto copy STTB/Ijazah dan Transkrip Nilai yang telah terakreditasi dan harus sesuai dengan kualifikasi akademik yang dibutuhkan, dan telah disahkan oleh pejabat yang berwenang (tanggal penetapan STTB/Ijazah harus sebelum tanggal pelamaran, tidak boleh surat keterangan atau pernyataan yang menyatakan bahwa belum wisuda), dan menunjukkan aslinya kepada petugas pendaftaran. Lanjut Baca »

Kuliah Tanpa Mahasiswa


Tak ada mahasiswapun tak apalah. Masih bisa kuliah. Kuliah kesabaran, kuliah ketenangan, kuliah pengelolaan sangakaan dan fikiran. Ada juga kuliah ketegasan. Kuliah pemahaman. Ada kuliah kalkulasi dan perhitungan. Ya. Ada banyak perkuliahan dan pelajaran dari suatu kejadian dan peristiwa.

Lebaran baru beberapa hari yang lalu. Tapi jadwal kuliah sudah ditetapkan. Kebetulan dapat jadwal hari pertama kuliah. Kemungkinan besar tidak banyak mahasiswanya. Ini bukan prasangka. Waspada? Mungkin saja. Tapi memang itu yang terjadi. Mahasiswa nambah libur, dan ditemui kelas dalam keadaan kosong. Tunggu di tunggu, tak ada satupun yang muncul apalagi bermunculan. Hanya CS yang sedang bersih-bersih koridor G.

Lanjut Baca »

Qunut Syekh Misyari Rasyid

Tulisan Sebelumnya »