Alquran cahaya
penerang jalannya manusia
Arungi bahtera
Hayati di bumi ilahi… (Izzatul Islam, Alqur’an)
Kota Payakumbuh sudah bersolek lagi. Kali ini menyambut gegap gempitanya Musabaqah Tilawatil Qur’an Propinsi Sumatera Barat. Walau kelihatan kalang kabut, tapi cukuplah itu sebagai pertanda keseriusan Pemko Payakumbuh menyukseskannya. Konon kabarnya, pembukaan acara yang akan dilangsungkan tanggal 1 Desember ini akan dihadiri oleh 3 menteri. Masing-masing Menteri Agama, Menteri Sosial, dan Menteri Perindustrian. Tidak tanggung-tanggung, segala daya dan upaya termasuk dana diarahkan untuk terselenggaranya seremonial acara MTQ ke-32 ini.
Tapi menjadi senantiasa terhiba diri ini, manakala teringat beberapa peringatan sebelumnya. Tak peduli, apakah tingkat nasional, propinsi atau tingkat kota/kabupaten. Menyaksikan gemerlapnya acara MTQ, kemeriahan dan semarak dengan segala pernak pernik membuat segala rasa bercampur dalam tubuh yang satu.
Terharu mendengarkan indahnya lantunan ayat-ayat suci menyentuh kalbu. Senyum bahagia menyaksikan si bocah kecil yang sudah menghafalkan separoh dari alqur’an. Tersentak jiwa ini menyaksikan khutbah para khatib yang menggebu-gebu. Melihat indahnya sentuhan kaligrafi. Begitu juga dengan kepakaran para peserta fahmil Qur’an menjawab beragam pertanyaan. Atau segudang perlombaan lainnya yang mengundang decak kagum.
Sedihlah diri, MTQ di tutup Sang Mentri atau pejabat yang ditugaskan. Peserta-peserta berprestasi di umumkan. Seluruh cabang dengan seluruh usia. MTQ, MHQ, MSQ, MFQ, Khutbah, Kaligrafi dan seluruh cabang yang dilombakan. Hadiahpun dibagikan. Para pemenang berwajah girang menggotong hadiah pulang ke kampung halaman masing-masing. tak jarang ada bonus-bonus tambahan.
Sehari setealh itu, kitapun terus menerus menyaksikan ummat ini berlari meninggalkan Alqur’an. Tak jarang juga para qori. Masyarakat bangsa dan negeri ini hijrah dari keagungan dan kemuliaan Al-qur’an. Mengingkari nilai-nilai di dalamnya, melupakan pesan-pesan agung dari Al-qur’an.
Pertanyaannya, akankah semua ini terus menerus begini. Sebab kita belum menyentuh masalah inti. Bila MTQ diharapkan mampu menciptakan generasi qur’ani, itu tidak cukup. Padahal dan rakyat ini terlalu besar untuk itu. HAruskah MTQ dihapuskan? Tidak. Perlu ada reparasi dalam proses, penyelenggaraan, pelaksanaan dan evaluasi. Apalagi menjadi menakutkan bilamana MTQ justru menjadi ajang untuk MERUSAK TATANAN QUR’AN. Naudzubillah.








mudah-mudahan MTQ sesuai harapan antum. ana sendiri yang beberapa hari lagi ikut jadi salah satu pesertanya menjadikan ajang ini untuk memacu minat mengahafal alqur’an. insya Allah orang-orang yang ana temui di mtq sebelumnya adalah orang -orang pilihan dan konsisten, memacu semangat untuk seperti mereka. buang ke pesimisan itu, dengan adanya “perhelatan” ini setidaknya menunjukkan bahwa sisi agama kita masih di perhatikan, Allah jua yang mengetahui niat yang terbersit dihati. salam ukhuwah.
MTQ, Merusak Tatanan Al-Quran?, Semoga tidak. Karena pada dasarnya pembudayaan MTQ pastilah memiliki niatan yang mulia (berdasar sejarah MTQ dan isi buku pedoman MTQ). Meski ada beberapa dari kalangan ulamaul ‘amilin sendiri memandang MTQ sebagai sebuah event yang syarat akan memposisikan AL-Quran sebagai “mainan”. Memang ada benarnya, bukankah sangat salah bila niatnya sendiri akan berbelok mengejar juara, menjual Al-Quran dengan hadiah?. Tapi yang perlu digaris bawahi, masalah ini hanya diri kita pribadi yang tahu, apa niatan kita ikut MTQ.
Ana setuju dengan apa yang diutarakan ukhti Farah bahwa pada saat kita ikut MTQ kita akan bertemu dengan orang-orang yang “istimewa”, yang akan membuat diri kita terpacu untuk menjadi seperti mereka. Dan benar, itulah salah satunya yang ana rasakan selama ini ketika mengikuti MTQ. Dan lebih bangga lagi bila kita menyadari bahwa kita ternyata masih diberi nikmat untuk berkumpul dan bersua dengan orang-orang yang cinta akan kitab suci-Nya.
Assalamu’alaikum wr. wb
Al-Qur’an Online + Murottal + Tafsir + Asbabun Nuzul
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/
Berbagi Software Islami….
Free Mobile Aplications
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Download.asp
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/Download.asp
Download Murotal Al-Qur’an – MP3
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/Download_Murotal.asp
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Download_Murotal.asp
Wassalam
salam kenal aja
MTQ bukan ajang prestise
MTQ merusak tatanan Qur’an???sy rasa itu adalah pandangan yang sangnat pesimis. apa anda tahu seluk beluk MTQ?Apa anda pernah merasakan yang namanya MTQ??sy sungguh kecewa dengan pernyataan anda. MTQ adalah salah satu upaya agar anak bangsa ini cinta dengan al-Qur’an, dan sepengetahuan sy orang-orang yang mengikuti ajang MTQ adalah orang-orang pilihan,istimewa,dan tidak semua orang bisa seperti mereka…!!!!
bahkan sy pun ingin seperti mereka!!!menjadi salah satu peserta MTQ nasional adalah impian sy..sy ingin menjadi orang istimewa seperti mereka…bukan karena prestise,hadiah dan lain hal,melainkan bisa menjadi qori’ adalah hal yang sy dambakan,menentramkan hati…
sungguh damainya hati ini ketika mendengar lantunan ayat Al-Qur’an yang indah…apalagi bs melantunkannya
memang segala sesuatu itu tergantung niatnya,tp sy rasa anda tidak perlu menggeneralisirkan bhwa MTQ merusak tatanan Qur’an,sy rasa itu hanya pandangan subyektif dari anda sj…
MTQ bukan ajang untuk mencari prestise…
MTQ adalah salah satu ciri bahwa sisi ke ISLAMan dari bangsa ini masih diperhatikan…
Orang-orang yang terlibat dalam MTQ adalah orang-orang luar biasa..
MTQ adalah salah satu keindahan ISLAM…salah satu sarana dakwah kita sbg orang islam..
Buang jauh-jauh anggapan itu dari benak saudara
dan,semoga tidak ada umat ISLAM lain yang beranggapan seperti saudara…!!!sayang sekali,,,
Assalam…
nyambung lagi
dari pengalaman saya,justru MTQ merupakan penyemangat diri untuk lebih cinta Al-Qur’an…dan tentu sj setelah cinta,kita akan berusaha dengan sepenuh hati untuk mengamalkannya…
buang rasa pesimis itu dari benak anda…
MTQ tidak merusak tatanan Al-Qur’an…
wassalam…
Thx
MTQ merusak ?
MTQ itu bukan ajang untuk mencari juara, dan an termasuk orang yang belajar seni tilawah Al-Qur’an. dan dengan itu kita dapat berfikir bahwa Qur’an itu kata2nya sangat indah sehingga insyaallah menyentuh hati para pendengarnya jika dibackan dengan suara yg indah. amin
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
numpang lewat….
ana salah seorang aktifis MTQ, mank ana pun sedih dengan kondiisi sistem yang ada pada MTQ, tapi ana pun berharap agar para aktifis MTQ dapat kembali meluruskan niat lillahi ta’ala, hanya Allah yang sangat memahami apa yang ada dalam benak hati setiap hambaNYA.
Bismillah….
maaf klo realita yg akn sy kemukakan berikut akn membuat sedih teman-teman MTQers mania…MTQ memang punya sisi “positif” yg tidak diragukan bg siapa sj yg merasa punya kepentingan di sana,baik peserta,official,atau pemda yang punya kafilah.tp sistem nya itu lo??na’udzubillah…klo tidak segera ad itikad baik untuk merubahnya,sy khawatir qt semua akan menjadi pengkhianat yg kabura maqtan ‘indallah karena nahnu naquul maa laa na’maluun???sy yakin para MTQers dapat menangkap persis apa maksud statement sy…Wallahu ‘alam…Don’t cheat your heart voice which sound the true…tubuu ilallah…ayyuhal Qurra’ wal Huffazh…Afwan katsiir..