Sayyid Qutb Di Hukum


Ass Bg. Iko Dodi’hkm. Qt minta tlng k bg utk bantu jadi nara sumber bedah buku ma’alim fi thoriq dlm DS1 hr sbtu(29) jam 14.00 d ged F.2.5. Lai bersedia bg? Btw. Tlg makalah n slide presentasi skalian bg! Gimana?
Dari :+6285263555XXX

“Insya Allah”. Itu jawabku. Tertantang dan menyanggupi. Walau sejenak sebelum itu, sempat terlintas dibenakku, Aku? Why? Atas dasar apa? Pada hal.., lagi pula… Sementara itu…Ah, sudahlah. Mungkin, itu kurang penting atau tidak penting sama sekali untuk terlalu dipikirkan. Wallahu alam. Tapi seperti begitu jelas. Seolah-olah ini cara lain untuk ‘memaksaku’ senantiasa belajar dan berpikir. Mengulang kembali apa yang pernah dibaca, didengar atau diajarkan. Awalnya terpaksa, setelah itu terbiasa dan berikutnya tertawan sehingga menjadi irama hidup, begitu Alm. Syaikhut Tarbiyah Ust Rahmat Abdullah rahimahullah pernah beribarat. Lalu, adakah ini keterpaksaan yang menyiksa? Sepertinya tidak. Justru inilah keterpaksaan yang dibaliknya tersembunyi dan tersimpan begitu banyak makna-makna. Semoga saja. Amiin.

Mencari buku itu segera tentu langkah bijak. Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Tak ingin menunggu lama, segera ku dekati pustaka superminiku. Menyibak dan membalik satu persatu belahan buku-buku itu, mencari yang berjudul Ma’alim Fi Al Thoriq berkulit hijau, dan tulisan PETUNJUK JALAN nyaris memenuhi lembaran covernya. Seketika tanganku terhenti, dan kontan saja “astaghfirullah…ondeeee, buku tu di Payokumbuah”.. Aku baru ingat. Menarik nafas dan melepasnya pelan-pelan sembari berpikir. So?. Yup. gak masalah, aku masih bisa pinjam. Kalau mau, pasti bisa. Hunting ke sana kemari, kontak sana sini dan Alhamdulillah. Memang benar. Aku dapatkan dari seorang ikhwan—memang nikmat punya banyak teman (ikhwan). Sikat lagi bukunya (dulu dah pernah baca) dan membolak balik lagi catatan Dauroh Siyasi I (ketika itu dinamakan dauroh dakwah formal, zamannya M. Ridwan FISIP 97, aku paling muda—satu-satunya 2001). Ku sempatkan juga untuk gogling di internet memperkaya referensi. Ada e-booknya juga format pdf versi Malaysia—Petunjuk Sepanjang Jalan, artikel-artikel tentang Sayyid Qutb dan buku-bukunya plus perdebatan panjang tentang pemikirannya yang terkadang terkesan kasar dan melampaui batas. Hmmm…Oke, kita coba. Simak ya. Bismillah (tadi sebenarnya sudah pake bismillah lho).

This entry was posted in Catatan, Siyasi, Universitas Andalas and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Sayyid Qutb Di Hukum

  1. ief says:

    mmmm, i’m agree with u akh, sbnernya q maw bikin skripsi about sayyid qutb, bisa kirim lebih banyak ke aq….???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s