Al akh wahid. Satu orang satu. Itu dulu. Bila dibawakan main basket, man to man markin. Semenjak ada LDK perlahan-lahan berubah menjadi al akh asyarah. Begitu mengelola wajihah siyasi, mestinya juga mengalami lompatan-lompatan. Bukan tidak mungkin al akh mi-ah.
Ada yang perlu kita catat. Bukan perkara wahid, asyarah ataupun miahnya saja. Semacam kata kunci. Bahwa dakwah fardhiyah tidak boleh terlupa. Ia tidak boleh tertinggal atau tercecer tanpa dibawa oleh pengusungnya. Sebab, ia menjadi inti dari metode dakwah. Itupulalah yang menjadi salah satu inti kekuatan kaderisasi dakwah. Maka hanya orang-orang berani sajalah yang tetap setia dengan dakwah fardhiyah. Bukan satu, sepuluh atau seratusnya saja, tapi pada komitmen untuk senantiasa berdakwah . Walau kita sudah lama meyakini strategi satu lawan satu. Strategi yang selalu ada dalam setiap fase. Bukan pindah, tapi nambah. Nahdu duat qabla kulli syai. Nahnu du’at laisal qadhat. Nahnu duat fii kulli makan wa kulli zaman.








Kunjungan Terbatas…
Kami Sedang Merancang Proyek untuk Umat…
Ditunggu Kontribusi semua warga Dakwah Kampus…