Benar, zaman ini semakin gila saja. Parahnya kegilaan itu kian dipentaskan oleh para pejabat. Bukan hanya soal kantuknya Amri Darwis, Bupati Lima Puluh Kota Sumatera Barat saat Presiden SBY berpidato. Tapi Amin, anggota DPR alias wakil rakyat dari Fraksi PPP sudahlah diduga kuat korup milyaran juga tertangkap ‘basah kuyup’ di sebuah hotel di Kuningan bersama PSK lagi.
Hahh…ha. Tertawalah. Lalu sedikit bersedih. Kemudian menangis sekeras-kerasnya. Itulah wakil rakyat. Oh wakil rakyat. Yang beberapa hari lalu Badan Kehormatan DPR tidak terima ekspresi SLANK dalam karyanya.
…
Mau tau gak mafia di senayan
kerjanya tukang buat peraturan
bikin UUD ujung2nya duit…
Dengan kenyataan ini semakin pantas saja mendukung SLANK dengan ekspresinya yang membuat DPR jengah. Kreasi itu seakan-akan mewakili suara rakyat. Mewakili berjuta wajah. Bukan seperti Amin yang kedapatan bersama PSK di sebuah hotel.
Ya. Semakin banyak saja kejadian memalukan menghantam para pejabat. Dulu juga pernah. Urip tertangkap basah oleh KPK di hotel perkara kasus suap. Tapi tidak bersama wanita. Nah, kali ini betul-betul gila. Sudahlah menyuap, korupsi, maling cara kitanya….aaaa…ditambah pula degan PSK. Wah…wah..wah.
Gila. Pejabat semakin gila. Ada yang gila dengan uang. Ada juga yang gila dengan wanita. Tidak sedikit yang gila dengan jabatannya. Lebih banyak lagi tidak merasa gila dengan kegilaannya. Bila pejabat telah semakin gila, apa yang hendak kita perbuat. Mungkinkah ada wacana gila untuk membuat panti rehabilitasi untuk pejabat gila. Ataupun juga rumah sakit jiwa khusus untuk para pejabat yang gila. Sebab, sepertinya semakin hari akan semakin banyak kegilaan ini. Tidak berharap demikian, tapi begitulah sebuah prediksi yang tidak mengada.
Lalu bagaimana pula rakyat yang semakin dipimpin oleh kegilaan para pejabat. Terlalu terburu-burukah kita bila menyatakan “Inilah negeri yang gila?”. Atau memang sekarang ini pejabat kita sedang bersiap siap mengikuti audisi kegilaan. Ah, tidak perlu banyak komentar. Tertawalah rakyat dalam kesedihannya yang teramat. Sementara potongan penderitaan tak henti-henti dan tak berkesudahan. Wahai pejabat “Menyerahlah pada kedalaman air mata kami”








Assalamu’alaikum…
Ana baru masuk nih..jadi lihat2 dulu..
mudah2an semakin semangat..
hwaaaa….
menangislah bersama rakyat
berjuang di tengah mereka…
demi kebahagian jiwa…
Hati-hati tigo-si, PADUSI, KURSI, NUTRISI
Hati-hati tigo-ta, HARTA, TAHTA, WANITA
baru tahu yang bikin malu bupati LimaPuluhKota..
Baru tahu yo ? dimuko presiden se lah lalok, apolagi dimuko rakyatnyo, mungkin bakaruah !
baranti selah jadi bupati !
Maklumat berdirinya
KOMANDO BARISAN ULAMA KEKUATAN INTI GERAKAN INDONESIA RAYA (KOBUKI GERINDRA
Assalamu”alaikum Wr.WB.
Bismillahirrahmanirrahim
Segala Puji Bagi Alloh Yang Maha Pengasih Dan Maha Menguasahi . Kami atas Nama Alim Ulam Jawa Timur sekaligus Warga besar Nahdhatul Ulama , Dalam rang menindak lanjuti Ungkapan dan Amanah Guru kita “Prof.DR.KH.Nanang Hariadi SE.MSc. (Gus Har) Pimpinan Jami’atul Thoriqoh Syaikhul Uhud seluruh Dunia “ yang berbunyi “ Sebagai Alim Ulama dalam beraktivitas dan berdakwa sehari-hari seharusnya mengedepankan Pengamalan Nilai-nilai dari Al Qur’an dan Al hadist yang sejalan dengan Kultur masyarakat Indonesia Raya yang ada di sekitarnya , yang termasuk didalamnya “ mari kita rapatkan Barisan yang kokoh dan teratur rapi agar kita menjadi kelompok Hamba-hamba yang dicintai sekaligus Ulama sebagai Pewaris para Nabi yang sebenarnya”. (Surabaya 8 Agustus 2008 ) Oleh karena itu kami pada Hari ini , Hari Senin tanggal 18 Agustus 2008 Masehi bertepatan 16 Syaban Tahun 1429 Hijriyah . Dengan ini kami menyatakan telah berdirinya Komando Barisan Ulama kekuatan Inti Gerakan Indonesia Raya singkat dengan KOBUKI GERINDRA ,SEKALIGUS MENDUKUNG DAN MENCALONKAN BAPAK PRABOWO SUBIANTO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE TAHUN 2009-2014 MENDATANG dan segala sesuatu yang menyangkut kelenkapan oraganisasi akan kami susun dalam tempo yang sesingkat-singkatnya . Demikian Maklumat berdirinya KOBUKI HANURA kami sampaikan untuk diseruhkan serta di himbaukan kepada segenap Alim Ulama khusunya Jawa Timur dan Seluruh Alim Ulama di seluruh Indonesia pada umumnya sekaligus Ummat Islam dimana saja berada.
Akhir kata semoga Alloh selalu melimpakan Kekuasaannya dan kasih Sayangnya serta Ridhonya Pada kita semua Aimien
Billahi Taufik Walhidayah
Wallohumu”afiq illa aqwamithoriq
Wassalamu”alaikum Wr.WB.
Surabaya 18 Agustus 2008
Tertanda
KOORDINATOR DEKLARASI
USTADA SULIS DJUHARITINA
HP:081310002992
KH. Fuad Habib Hasan (Surabaya)
KH. Abdillah Nawawi ( kota Malang)
Habib Faisol Atamimi (kabupaten Malang)
K.H. Luqman Haris Masdar (Pasuruan)
K. H. Thoyib Hasan (Jombang )
K. H. Hammad Al – ‘Alim Tolkha (Pacitan)
KH. Hasan Abdullah Sahal (Sumenep Madura)
K.H. Sutaji Tajuddin (Sampang Madura)
KH. Abdul manna (Pamekasan Madura)
KH. Nasiruuloh dimyati (Bangkalan madura)
K.H. Syamsul Hadi Abdan, (Pamekasan)
Ust. Manshur Madyan (Pacitan)
KH. Muktar subhi (Kediri)
KH. Maskhur abdurrahim (Blitar)
KH. Baidhowi Muhyidin (Banyuwangi)
KH. A. Idris Marzuqi (Sidoarjo)
KH. M. Anwar Manshur ( Probolinggo)
KH. Abdulloh Kafa Bihi Mahrus (Bojonegoro)
KH. M. Abd. Aziz Manshur (Tuban)
KH. Imam Yahya Mahrus (Ponorogo)
USTADA HAJJ SULIS DJUHARITINA (PONOROGO)
HP:081310002992
KH. Rofi’i Ya’qub (Bondowoso)
KH. Maftuh Basthul Birri (Nganjuk)
KH. M. Thohir Marzuqi (Mojokerto)
KH. A. Habibulloh Zaini (Madiun)
KH. Bahrul Ulum Marzuqi (Trenggalek)
KH. A. Mahin Thoha (Tulung Agung)
KH. Hasan Zamzami Mahrus (Lumajang)
KH. An’im F. Mahrus (Situbondo)
KH. Athoillah S. Anwar (Pasuruan)
KH. Nur Hamid Zainuri (Jombang)
Maklumat berdirinya
KOMANDO BARISAN ULAMA KEKUATAN INTI GERAKAN INDONESIA RAYA (KOBUKI GERINDRA
Assalamu”alaikum Wr.WB.
Bismillahirrahmanirrahim
Segala Puji Bagi Alloh Yang Maha Pengasih Dan Maha Menguasahi . Kami atas Nama Alim Ulam Jawa Timur sekaligus Warga besar Nahdhatul Ulama , Dalam rang menindak lanjuti Ungkapan dan Amanah Guru kita “Prof.DR.KH.Nanang Hariadi SE.MSc. (Gus Har) Pimpinan Jami’atul Thoriqoh Syaikhul Uhud seluruh Dunia “ yang berbunyi “ Sebagai Alim Ulama dalam beraktivitas dan berdakwa sehari-hari seharusnya mengedepankan Pengamalan Nilai-nilai dari Al Qur’an dan Al hadist yang sejalan dengan Kultur masyarakat Indonesia Raya yang ada di sekitarnya , yang termasuk didalamnya “ mari kita rapatkan Barisan yang kokoh dan teratur rapi agar kita menjadi kelompok Hamba-hamba yang dicintai sekaligus Ulama sebagai Pewaris para Nabi yang sebenarnya”. (Surabaya 8 Agustus 2008 ) Oleh karena itu kami pada Hari ini , Hari Senin tanggal 18 Agustus 2008 Masehi bertepatan 16 Syaban Tahun 1429 Hijriyah . Dengan ini kami menyatakan telah berdirinya Komando Barisan Ulama kekuatan Inti Gerakan Indonesia Raya singkat dengan KOBUKI GERINDRA ,SEKALIGUS MENDUKUNG DAN MENCALONKAN BAPAK PRABOWO SUBIANTO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE TAHUN 2009-2014 MENDATANG dan segala sesuatu yang menyangkut kelenkapan oraganisasi akan kami susun dalam tempo yang sesingkat-singkatnya . Demikian Maklumat berdirinya KOBUKI HANURA kami sampaikan untuk diseruhkan serta di himbaukan kepada segenap Alim Ulama khusunya Jawa Timur dan Seluruh Alim Ulama di seluruh Indonesia pada umumnya sekaligus Ummat Islam dimana saja berada.
Akhir kata semoga Alloh selalu melimpakan Kekuasaannya dan kasih Sayangnya serta Ridhonya Pada kita semua Aimien
Billahi Taufik Walhidayah
Wallohumu”afiq illa aqwamithoriq
Wassalamu”alaikum Wr.WB.
Surabaya 18 Agustus 2008
Tertanda
KOORDINATOR DEKLARASI
USTADA SULIS DJUHARITINA
HP:081310002992
KH. Fuad Habib Hasan (Surabaya)
KH. Abdillah Nawawi ( kota Malang)
Habib Faisol Atamimi (kabupaten Malang)
K.H. Luqman Haris Masdar (Pasuruan)
K. H. Thoyib Hasan (Jombang )
K. H. Hammad Al – ‘Alim Tolkha (Pacitan)
KH. Hasan Abdullah Sahal (Sumenep Madura)
K.H. Sutaji Tajuddin (Sampang Madura)
KH. Abdul manna (Pamekasan Madura)
KH. Nasiruuloh dimyati (Bangkalan madura)
K.H. Syamsul Hadi Abdan, (Pamekasan)
Ust. Manshur Madyan (Pacitan)
KH. Muktar subhi (Kediri)
KH. Maskhur abdurrahim (Blitar)
KH. Baidhowi Muhyidin (Banyuwangi)
KH. A. Idris Marzuqi (Sidoarjo)
KH. M. Anwar Manshur ( Probolinggo)
KH. Abdulloh Kafa Bihi Mahrus (Bojonegoro)
KH. M. Abd. Aziz Manshur (Tuban)
KH. Imam Yahya Mahrus (Ponorogo)
KH. Rofi’i Ya’qub (Bondowoso)
KH. Maftuh Basthul Birri (Nganjuk)
KH. M. Thohir Marzuqi (Mojokerto)
KH. A. Habibulloh Zaini (Madiun)
KH. Bahrul Ulum Marzuqi (Trenggalek)
KH. A. Mahin Thoha (Tulung Agung)
KH. Hasan Zamzami Mahrus (Lumajang)
KH. An’im F. Mahrus (Situbondo)
KH. Athoillah S. Anwar (Pasuruan)
KH. Nur Hamid Zainuri (Jombang)