Slogan berpakaian sopan telah lama digaungkan. Billboardnyapun sudah dipajang. Jelas, teramat jelas. Lalu bagaimana dengan yang bukan warga atau civitas akademika Universitas Andalas?
Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Begitu orang tua kita terdahulu pernah beribarat. Dimana kita berada, ikuti aturan yang berlaku. Kebiasaan setempat patut dihargai dan dihormati. Maka sudah seyogyanya (sudah sepadangnya, masak yogya aja) bagi calon mahasiswa baru atau juga keluarganya dan para tetamu secara keseluruhan membangun toleransi.
Maka berpakaian sopan berarti bukan hanya menghargai institusi. Tapi juga harga diri. Apalagi kita berada dilingkungan yang adatnya bersendikan kepada syariat dan syariat itu bersendikan kepada Kitabullah (Al-qur’an). Karenanya, bila bicara pakaian sopan lebih tepat bila kita pulangkan kepada ketentuan pada Al-qur’an.
Wajar saja bila ada calon mahasiswa baru yang berpakaian seadanya untuk diperingatkan dengan cara yang baik. Secara bijaksana. Bukan hanya bijaksana, tapi juga bijaksini. :p








bagusnya ga hanya sopan di Unand akhi, semua kampus juga harus begitu. sopankan bukan dikarenakan tempat tapi iktikat. betul ga akh?