Tak ada mahasiswapun tak apalah. Masih bisa kuliah. Kuliah kesabaran, kuliah ketenangan, kuliah pengelolaan sangakaan dan fikiran. Ada juga kuliah ketegasan. Kuliah pemahaman. Ada kuliah kalkulasi dan perhitungan. Ya. Ada banyak perkuliahan dan pelajaran dari suatu kejadian dan peristiwa.
Lebaran baru beberapa hari yang lalu. Tapi jadwal kuliah sudah ditetapkan. Kebetulan dapat jadwal hari pertama kuliah. Kemungkinan besar tidak banyak mahasiswanya. Ini bukan prasangka. Waspada? Mungkin saja. Tapi memang itu yang terjadi. Mahasiswa nambah libur, dan ditemui kelas dalam keadaan kosong. Tunggu di tunggu, tak ada satupun yang muncul apalagi bermunculan. Hanya CS yang sedang bersih-bersih koridor G.
Ya, beginilah hidup. Tiap penggalan waktu adalah pelajarn. Dan hikmah telah menjadi harta kaum muslimin yang tercecer. Begitu juga dengan kehidupan ini. Jenak-jenaknya persis seperti universitas. Ya, universitas kehidupan.
Ada nilai-nilai yang diajarkan. Ada pendidik dan ada yang di didik. Kurikulumnya resmi dari Allah SWT. Nilainya, kita sendiri yang menentukan. Dengan malaikat sebagai pengawas dalam setiap ujian. di universitas kehidupan ini, setiap helaan nafas adalah ujian yang mempunyai nilai.
Lalu, kapankah batas waktu untuk itu? Entahlah. Umur atau usia telah menjadi limit waktu di universitas ini. Dan kematian adalah wisuda cara lain untuk mahasiswa di universitas kehidupan.
Tanpa Mahasiswa
Kuliah tanpa mahasiswa menajdi pengalaman pertama. Ada evaluasi sistem yang diperlukan. Karena memang suasana masih lebaran. Baru beberapa hari yang lalu. Tapi kebijakan kuliah hari ini menjadikan evaluasi untuk banyak pihak.
Dari pada curang mending ganti aturan mainnya. Itulah pesanan dari sebuah iklan yang sering nongol di televisi beberapa waktu lalu. Sepertinya cocok dengan kondisi lebaran. Kalau tidak akan bisa hadir, mending jadwal kuliah itu di sepakati bukan hari kamis. Tapi hari senin saja. Agar tidak ada berbuat curang, dan diam-diam kita semua mengamini.
Kampus Cingkarik Oto
Ada beberapa sisi lain yang dilihat. Kampus seperti cingkariak oto. Sudahlah masuknya paling belakangan, eee…keluarnya paling duluan. nah, itulah yang terjadi pada beberapa kampus. Berbeda dengan Unand. Sudahlah keluarnya paling belakangan, eeee…masuknya paling duluan.
Hmmm. Berpikir jadinya. Baa caronyo lai.







