untuk apa masuk …
7 tahun jadi sarjanapaling-paling jual rokok
paling-paling nangkap maling
paling-paling jadi dukunmasuk saja …
empat tahun jadi sarjana
paling-paling jadi menteri
Begitu pengumuman Menteri Kabinet Indonesia Bersatu saya teringat dengan lagu-lagu di atas. Terutama ketika melihat salah satu menteri yang terpilih itu adalah Pak Gamawan Fauzi, satu almamater beda fakultas. Selamat Pak.
Tersenyum dan tergelak juga kita dek nya. Bukan dengan Pak Gamawannya, tapi dengan kenangan lagu di atas. Lalu, apa hubungannya?
Nah, ceritanya begini. Di tahun satu kuliah kita ‘dipaksa rela’ untuk ‘ikhlas’ ikut orientasi atau ospek. Ketika itu namanya MONSTER 2001 alias Masa Orientasi Terpadu. Nama acaranya saja aneh dan terkesan menyeramkan. Bila tidak ikut, resiko tanggung sendiri. Begitu ancaman yang beredar. Ringkasnya “manis untuk dikenang, pahit untuk di ulang”.
Di acara tersebut kami diajarkan beberapa lagu oleh senior. Salah satunya potongan syair lagu-lagu di atas. Di dalamnya tersebutlah beberapa fakultas. Tanda titik-titik adalah nama fakultas. Yang baik untuk fakultas kami, sedangkan yang jeleknya untuk fakultas yang lain. Pepatah “rancak dek awak ka tuju dek urang” tidak terpakai untuk lagu ini.
Kalau kuliah di Teknik, empat tahun saja sudah jadi sarjana. Tamatnya cepat. Sudahlah tamat cepat paling-paling atau serendah-rendahnya menjadi menteri. Hebat kan? Beda dengan yang lain. Sudahlah tamatnya tujuh tahun agar bisa jadi sarjana, palingan cuma jual rokok, cuma nangkap maling, atau malah jadi dukun.
Nah, dunia nyata tidak sama dengan lagu. Taunya yang jadi menteri adalah dari fakultas yang lain (Teknik sebenarnya ada juga sebenarnya). Ingatan dengan lagu ini mengantarkan pada kondisi beberapa waktu yang lalu. Melintas pintas juga wajah-wajah botak, lucu dan lugu saat itu. Teramat bangga dan sangat bersemangat menyanyikan lagu “Untuk Apa”. Motivasi pembakar diri agar bisa berbuat lebih.
Nah, semangat sektoral ini boleh ada. Bukan untuk menjelekkan yang lainnya. Bangga dengan apa yang kita punya perlu. Tapi jangan sampai bliar tak terarah. Untuk kalangan sendiri. Tidak untuk diperjualbelikan. He..he.
Yah. Paling-paling jadi menteri. Paling-paling jadi menteri. Semoga akan terbukti lagi. Selamat buat Pak dan Buk menteri. Karyanya senantiasa di nanti.
kenangan yang lain
Pagilah kanai tanpa
Siang lah masuak banda
Agiah taruih da siang malam takana
(bawakan dengan lagu “anak kambing saya” atau caca marica he..he )








Hidup Teknik !!!
33x
*dengan kepalan tinju..
Jaya!!
Sia2 menunggu telponan Cikeas..
http://ksatria2610.wordpress.com/2009/10/16/celetuk-celetuk-cikeas-3c/#comment-416
* Anak teknik ahli segala bidang, kecuali bidangnya. Hehe, spesialis berwawasan global (spesialis=samar2)
He…hee. Ada telepon dari Cikeas.
“Halo, capek lah kamari. Ko Piriang lah banyak nan tatonggok ko ha” (Petugas tukang teleponnyo urang Padang)
GeduBrak…! Bukannya jadi menteri.
Bagi yang masih menunggu telepon dari Cikeas, sudahlah.
Jatah Menteri sudah diambil orang. Tukang cuci piring lagi yang ada. Manalah ada yang mau. Kecuali yang bersedia. hee…Kan kalau ditanya asyik juga jawabnya.
“dari mana?”
“dari Cikeas”
Jatah anak teknikkah? Kan ahli segala bidang. Ups..!
ospek tampaknya benar manis untuk dikenang, pahit untuk diulang. sayang, bagi saya ospek hanya manis dibayangkan. karena dulu tak ada ospek saat saya memulai perkuliahan….
salam blogger,
masmpep.wordpress.com
salam juga masmpep (baca:mas empep, benar gak ya?)
maaf kalau salah
ospek manis dibayangkan…? justru menyeramkan untuk sekedar dibayangkan.
oh ya, tentu kalau bayangannya menyeramkan juga.
hmm.
dan kalau membayangkan yang manis dari ospek, apa ya?
Mungkin tingkah polah ‘udurnya’ para junior yang mau saja dikerjain dan disuruh yang aneh-aneh.
tapi memang, yang aneh-aneh itulah yang jadi kenangan.
Ada baiknya mas, gak mencicipi ospek.
tapi para menteri itu, dulunya ikut ospek gak ya?
hidup kedokteran… 3X(saja)
yup…hidup
ayoo…siapa nyusul
hidup hukum…
hidup hukum….
hidup hukum…
kini jadi mentri besok jadi presiden
yup…hidup hukum
yang mati itu pelaksanaannya
he..he..
peace…!
maklum lagi sengit-sengitnya pertarungan cicak dan buaya)
Warning ! bangsa reptil mulai mendominasi republik
Jangan besok, sebab yang ada hanyalah hari ini
yang mo jadi presiden besok, dijamin gak bakal kenyataan
persis seperti iklan di angkot, “Sekarang BAYAR, besok GRATIS”
Ha…haa…
dup teknik
dup teknik