Menggerutu. Hanya itu yang bisa. Para penumpang L**n Air merutap-rutap di ruang tunggu. Malam sudah menjelang. Ciri-ciri segera berangkat, tak kunjung kelihatan. Tak ada pemanggilan penumpang. Termasuk juga permintaan maaf. Hanya petugas yang bolak balik seperti orang panik.
Padahal jadwal keberangkatan 18.55 Wib. Sekarang sudah 19.35. Ya, penantian yang sudah lama. Memang, menanti kadang membosankan. Adakah penantian yang tak membosankan? Entahlah. Yang jelas penumpang kecewa.
Pesawat Kedele
Terdengar kabar, pesawat kedele. Salah seorang calon penumpang ‘kedele lagi, kedele lagi”. Gerutunya, berulang kali. Dengan logatnya yang khas. Dan sepertinya milik semua orang. Kenapa kedele, tidak ada penjelasan. Tapi semua sudah punya kesimpulan dengan pengumuman barusan. Suara khas dari speaker bandara “Kepada para penumpang silahkan mengambil ransum”
“Yah, pasti pesawat kedele ko mah, lah di umbuk jo nasi kotak wak dek nyo.”
“Ndak talok dek nasi kotak do”, kecek rang Piaman yang sudah lama merantau. Kesal, apalagi bangunan dan rumah-rumah di kampung halamannya, hanya tinggal reruntuhan saja.
Kedele ka kedele se mah.








Hehe..
Ko yang s*daqah gara2 ditinggal psawat tu yeh?
Hmm..
“sedekah itu tanda sidiq”
tanda benar, tanda jujur
kalau yang ini, entahlah
ditinggal pesawat?
Yup…pengalaman pertama ditinggal pesawat
hmm…ndak tananti awak deknyo do
barang sekejap
alah tiketnya hangus, talambek pulo lai
sudah tu, tibonyo lah jam 2 malam
lalok di kursi susun tigo lo
ha..ha..sekolah alam di SMART EKSELENSIA INDONESIA
mantap, kesan mendalam
assalamualaikum bang…
semangat ya..semoga berkah..barkah…barakah…
add ana ya bang.padil
wa’alaikumussalam
yup, semangat
kita orang tidak pernah tahu, kapan tidak semangat
nanti di add insya Allah
oya..foto abang ma bang arya ada nih..