Sedih sangat terima berita. Engkau sakit. Dirawat di rumah sakit. Kabarnya sudah tiga hari diinapkan. Sekarang masih lemas. Tak bisa apa-apa. Tak terbayang persisnya bagaimana.
Tapi yakinku, engkau sudah tau bagaimana menyiasati kesunyian. Pun juga memaknai hari-hari. Sakit senang serta senyapnya pengembaraan, adalah keakraban saja. Ialah lagu lama yang dititi dijalani bertahun. Sabarmu, ikhlasmu dan segenap simpati banggaku kepadamu.
Perpanjang lagilah kisah itu. Seperti kisah-kisah terdahulu, terkumpullah kasih sayang Tuhan. Yang apabila engkau sakit, Dialah Yang Maha Menyembuhkan. Dan dari kejauhan doa ku kirimkan. Syafakallah. Semoga Allah segera sembuhkan. Ibrah dan hikmah, bawalah ia pulang. Dan suara persaudaraan berkirim syair untuk kuat untuk menguatkan.
Kuterbujur di pembaringan
Tiada daya dalam dekapan
Renungi dan menikmati karunia dari Ilahi
Tentang arti kesehatan hakiki
Tiada guna penyesalan
Tuai ibroh dari kejadian
Hanyalah kelalaian yang akan menyesatkan
S’gala perbaikan harus dilakukanAllah
Tiada daya dan kekuatan
Hanyalah diriMu yang kuasaAllah
Sucikan daku dari dosaku
atas keampunanMuSejenak ku berbalik pandang
Seuntai ghoflah dan kesombongan
Dalam benak hidupku tiada lari karenamu
Akhirnya kuterpaku dalam piluAllah
Ampuni daku dengan rahmatMu
Yang luas membentang tak berlikuAllah
Sabarkan daku dengan kasihMu
Kar’na kuyakin tak akan sabar
Dalam menghadapi siksamuAllah
Kuatkan daku dalam ujianMu
Sebagai rias iman di dadakuAllah
Sabarkan daku dalam sakitku
Kar’na kuyakin tak akan sabar
Menghadapi pedih siksamu








Subhanallah bang…
ondeh da
ba a kaba adiak uda tu da?
semoga lah sehatnyo da
amin
Alhamdulillah udah sembuh..
Yang ditanya tak kunjung menjawab..