Payakumbuh ulang tahun lagi. Dirgahayu tanah kelahiranku. Berharap semakin cerdas pemimpin di negeriku. Tapi sayang, kali ini malah berencana mendatangkan hantu. Sedihku, wajah-wajah lugu masyarakat yang siap menjadi korban kebodohan itu. Duh, jangalan sampai ini berlaku. Oh Payakumbuh. Kumohon di ulang tahunmu, janganlah mendatangkan hantu.
Hal serupa beberapa waktu lalu terjadi di padang, tepatnya bulan September 2011. Ada beberapa alasan yang dipapar paksakan tentang manfaat dari ‘Misteri Rumah Hantu’ ini. Diantaranya; sebagai ajang uji nyali dan andrenalin, mempunyai nilai edukasi, untuk menarik wisata, agar mengingat tuhan, agar tidak durhaka pada orang tua, agar tidak ugal-ugalan di jalan raya, sampai pada terhindar dari bahaya narkoba. .
Ya, agak tergelak juga kita dibuatnya. Ada-ada saja orang awak ini. Untuk memeperingati hari ulang tahun, kok mendatangkan hantu. Membuat misteri Rumah Hantu di Payakumbuh. Katanya untuk hiburan dan sarana edukasi. Geleng-geleng kepala kita dek nya. Seperti tidak ada saja lagi hiburan yang lain. (Gaya baca rang awak). Habis tu, Alasannya di paksa-paksa pula.
Kalau mau uji nyali dan andrenalin, usah menjungkirbalikkan keyakinan. Kalau mau menarik wisata, tidak harus membuat misteri rumah hantu. Kalau mau menggolkan suatu rencana, janganlah membuat nilai-nilai edukasi yang dipaksa-paksa.
Agar mengingat Tuhan, bukanlah dengan mendatangkan hantu. Agar anak tidak durhaka kepada orang tua, bukanlah dengan cara mengenalkan mereka dengan hantu. Agar anak tidak ugal-ugalan di jalan raya, bukanlah dengan cara memberikan fasilitas ugal-ugalan bersama hantu. Apalagi sampai pingsan, sakit dan kesurupan. Khawatirnya lebih dari itu, tunggang langganglah keyakinan karena visuaslisasi yang salah arti dan miskin pemahaman. Apalagi tak ada yang namanya hantu. Yang ada adalah Tuhan. Dialah Allah. Rumah Hantu Agar Menjauhkan Diri dari Narkoba
Rumah Hantu Peduli Generasi Muda
Kalau kepedulian terhadap generasi muda, bukanlah dengan membuat misteri rumah hantu. Coba bayangkan, kalau membuat misteri rumah hantu, kemudian generasi muda harapan bangsa itu memasuki rumah hantu tersebut, apakah mereka terselamatkan dari segala macam problematika yang melanda generasi muda? Geleng-geleng kepala kita dibuatnya.
Kalau mau peduli generasi muda, pembinaan menjadi jalan utama. Tapi bukan edukasi yang salah arti. Apalagi centang perenang dengan kekerontangan pemahaman. Seperti berbeda mengenal Tuhan dengan mendatangkan hantu. Apalagi keyakinan Islam, memahami tak ada yang namanya hantu.
gambar : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=12709









Assalamualaikum….
miris sekaligus tertawa membaca postingan ini bang…
Semoga Payakumbuah tidak jadi mendatangkan hantu atau sejenisnya.
karena mengatasi “hantu-hantu” yang sudah ada saja sudah memusingkan, apalagi menambah-nambah proyek penghantuan seperti ini….
wa’alaikumussalam
semoga.
yup sudah banyak “hantu-hantu” yang sudah ada. Seperti hantu korupsi, hantu balanjo, hantu narkoba, hantu bacakak, hantu marokok, hantu bahampok, hantu judi, hantu mabuak, hantu pekat dan hantu-hantu yang lainnya.
catatan : kata hantu mewakili kata sifat.
ha, pikumbuah ado lo rumah hantu t da? dima t? ckckck
ha,…ndak tau ?
ee….jaleh se ma. maklum se lah wak.
lah banyak spanduknyo di Payokumbuah mah.
awal Desember ko ka di ado An. silahkan cek.
ups..mudah-mudahan tanggal ulang tahun kota Payokumbuah lai ndak lupo pulo.
klw ndak salah di kubu gadang an,
yup, kubu gadang payakumbuh utara
bukan kubu gadang payakumbuh barat
huahaha kemaren sempat masuk rumah hantu yang di padang. sama sekali ga ada seremnya
waaa orang payakumbuh juga. jarang-jarang mampir ke blog orang sekampung. salam kenal da
yup, salam balik rian, anak ska alias skampuang
tagalak wak mandanga ado perayaan ulang tahun dengan maadokan acara rumah hantu,,, agak malawak,,,
semoga urang payakumbuah pandai mamatuik mano nan rancak mano nan indak… lamo ndak basuo Di
semoga urang payakumbuah pandai mamatuik mano nan rancak mano nan indak. Amiin
lamo ndak basuo…
samo-samo TK